KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah
SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rosulullah SAW. Berkat
limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas ini. Dalam
penyusunan tugas atau materi ini tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain
berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang
penulis hadapi teratasi.
Semoga makalah ini dapat
memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada
pembaca khususnya para pelajar. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu saya meminta masukannya demi
perbaikan makalah saya dimasa yang akan datang dan mengharapkan kritik
dan saran dari para pembaca.
Kragilan, 18 Desember 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pengertian Rem
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Perkembangan Rem Mobil
B. Perkembangan Teknologi
C. Fungsi Rem
D. Macam – Macam Rem
E. Merawat Perangkat Rem Mobil
F. Tips Mengenali Jenis
Kerusakan Rem Mobil
G. Tips Merawat Cakram Rem Mobil
BAB
III
PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Kritik
Dan Saran
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pengertian
Rem
Rem adalah
suatu peranti untuk memperlambat atau menghentikan gerakan roda.
Karena gerak roda menjadi lambat, secara otomatis
gerak kendaraan menjadi lambat. Energi kinetik yang hilang
dari benda yang bergerak ini biasanya diubah
menjadi panas karena gesekan. Pada rem regeneratif,
sebagian energi ini juga dapat dipulihkan dan disimpan dalam roda
gila (flywheel), kapasitor, atau diubah menjadi arus
bolak balik oleh suatu alternator, selanjutnya dilalukan melalui
suatu penyearah (rectifier) dan disimpan dalam baterai untuk
penggunaan lain.
Energi kinetik meningkat
sebanyak pangkat dua kecepatan (E = ½m·v2).
Ini berarti bahwa jika kecepatan suatu kendaraan meningkat dua kali, ia
memiliki empat kali lebih banyak energi. Rem harus membuang empat kali
lebih banyak energi untuk menghentikannya dan
konsekuensinya, jarak yang dibutuhkan untuk pengereman juga empat
kali lebih jauh.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perkembangan Rem Mobil
Tanpa rem, kita tak akan bisa
berkendara dengan mobil karena akan terlalu berbahaya. Itu sebabnya
perkembangan sistem rem menjadi bagian integral dari kemajuan teknologi
otomotif.
Saat ini, kita dengan
santainya tinggal menginjak rem jika hendak memperlambat kendaraan. Tak perlu
takut rem mengunci karena sudah ada ABS, tak perlu khawatir blong mengingat
material remnya sudah hebat. Cukup menginjak dengan tenaga sedikit saja karena
ada sistem hidraulis yang membantu kekuatan pengereman.
Selain itu ada sederet fitur
elektronik lain yang siap membantu kerja rem agar semakin efektif, dan dapat
menghentikan kendaraan secara aman.
Balik ke 120 tahun lalu,
sistem rem begitu sederhana. Sistem ini hanya berbentuk balok kayu yang melalui
tuas ditempelkan ke roda sehingga menimbulkan gesekan untuk memperlambat
kendaraan. Sistem ini bahkan lebih sederhana daripada rem sepeda mini.
Tentu saja saat itu rem tadi
dianggap cukup karena kecepatan kendaraan pun sedemikian rendahnya, bahkan
lebih pelan daripada seseorang yang berlari. Tapi seiring meningkatnya
teknologi dan kecepatan, mau tak mau rem pun mengalami evolusi.
Baru pada 1902, atau sekitar
17 tahun setelah mobil bermesin pertama dibuat, timbul kebutuhan akan rem yang
lebih memadai. Louis Renault disebut sebagai salah satu pionir rem teromol. Rem
model drum dengan sepatu rem di dalamnya, membuat sistem pengereman ini sangat
efektif di zamannya.
Masih di tahun sama, William Lanchester dari Inggris mematenkan jenis rem baru yakni cakram. Modelnya lebih sederhana dan mampu membuang panas lebih cepat.
Sayangnya, konsep itubelum bisa diterima di
masanya. Bentuk rem terbuka membuat debu mudah mengotori sepatu rem, lagipula
ketika itu belum diperlukan rem yang mampu melepas panas secara cepat. Alhasil,
hampir semua mobil di dunia menggunakan rem teromol.
B. Perkembangan Teknologi
Memasuki era 1910-an,
kegilaan orang akan balap mulai berkembang. Sistem rem pun lantas mengalami
lompatan signifikan di 1918 ketika Malcolm Loughead, salah satu pendiri
Lockheed Aircraft Corporation menemukan sistem hidraulis.
Memanfaatkan hukum bejana
dari Bernoulli, Sistem rem hidraulis memungkinkan kita mengerem dengan tenaga
injakan pedal lebih sedikit.
Memasuki era 1950-an yang
banyak disebut sebagai era keemasan dunia otomotif pasca Perang Dunia,
kecepatan mobil semakin menggila. Di saat inilah pabrikan mobil teringat
kembali akan penemuan William Lanchester yakni rem cakram. Chrysler pun menjadi
pabrikan pertama yang mengaplikasikan rem cakram yang digabung dengan sistem
hidraulis.
Sejak saat itu perkembangan
teknologi rem agak tersendat karena sudah dianggap memadai. Butuh sekitar 20
tahun untuk menyadari bahwa sistem pengereman mobil memiliki cacat bawaan yang
mengerikan.
Saat direm keras hingga
mengunci, mobil tidak akan bisa dikendalikan sama sekali. Fenomena ini
merenggut banyak nyawa sampai akhirnya ABS ditemukan.ABS di keempat roda yang
dikendalikan penuh oleh komputer pertama kali hadir di Mercedes Benz S-Class
pada 1978. Dan era pengereman modern berbasis komputer pun dimulai.
Peranti elektronik lantas
banyak memainkan peranan penting dalam memaksimalkan sistem rem. Kehadiran EBD
(Electronic Brake- Force Distribution) makin menyempurnakan ABS dengan membagi
daya pengereman sesuai kebu tuhan masing-masing roda.
Bahkan memasuki 1990an,
sistem pengerem an dipakai sebagai salah satu perangkat penunjang sistem
kontrol kestabilan. Saat mobil tidak terkendali, komputer akan mengaktifkan rem
secara individual untuk mengembalikan posisi mobil.
Dan sekarang, kita ting gal menikmati hasil
jerih payah para penemu teknologi rem. Berkendara pun semakin nyaman dan aman.
Tipe rem berdasarkan bentuknya
Dilihat dari bentuk dan cara kerjanya, ada 4
jenis rem yang dikenal dan diaplikasi di berbagai jenis kendaraan.
1.CAKRAM
Rem ini berbentuk piringan
dengan sepatu rem menjepit piringannya. Rem ini sekarang paling populer karena
sanggup melepas panas dengan cepat. Tapi ia memiliki kelemahan, yakni butuh
daya tekan kampas rem yang lebih kuat untuk menghasilkan friksi seperti rem teromol.
2.TEROMOL
Mengapa rem teromol tak
pernah usang? Hal itu karena jenis ini memiliki keunggulan pada daya
pengeremannya nan hebat. makanya rem teromol banyak digunakan di kendaraan
berat seperti truk atau bus. Kemampuan melepas panasnya memang tak sebaik
cakram, tapi konstruksi tertutup membuatnya lebih terlindung dari kotoran.
3.MESIN
Sering disebut juga dengan
engine braking, rem ini memanfaatkan gesekan mekanikal dan hambatan tekanan
silinder untuk memperlambat mobil saat pedal gas dilepas. Mengingat kecilnya
efek pengereman ini, makanya fungsi engine braking hanya sebatas membantu
kinerja sistem rem utama.
4.ELEKTROMAGNETIK
Bila pada sistem rem cakram
dan teromol, energi kinetik diubah menjadi energi panas, sistem elektromagnetik
mengubah energi kinetik menjadi listrik. Caranya dengan memanfaatkan putaran
roda untuk memutar dinamo yang menghasilkan listrik. Hambatan dari medan magnet
dinamo inilah yang juga melambatkan kendaraan. biasanya sistem ini ada sebagai
pendukung di mobil listrik.
C. Fungsi Rem
•
Dapat menghentikan kendaraan secepat mungkin
• Dapat melaksanakan pengereman sesuai kehendak sopir
Fungsi Rem :
Rem kaki :
Rem tangan :
• Untuk mengurangi kecepatan sampai menghentikan jalannya kendaraan
• Rem kaki harus berfungsi untuk semua roda
• Untuk memacetkan putaran roda ( misal pada saat parkir )
• Berfungsi juga sebagai rem cadangan ( misal dalam perjalanan rem kaki tidak
berfungsi )
D. Macam – Macam Rem
· Rem
Tromol
Nama komponen rem tromol
· Rem
Cakram
Nama komponen rem cakram
· Cara
Kerja Rem Tromol
Tidak bekerja tidak terjadi
pengereman® torak silinder roda tidak tertekan
® Tidak
ada tekanan hidraulis, Bekerja kanvas menekan tromol®Tekanan
hidraulis menekan torak silinder roda
· Cara
Kerja Rem cakram Tidak Bekerja tidak terjadi pengereman® balok rem (
pad ) tidak menekan piringan ®torak tidak tertekan ®Tekanan hidraulis
tidak ada Bekerja piringan® balok rem®Tekanan hidraulis
menekan torak, terjadi pengereman
· .
Rem Tangan
Ada dua cara untuk melaksanakan pengereman :
· Pengereman
Pada Roda
1. Tongkat
2. Batang tarik
3. Penyetel
4. Pengimbang
5. Kabel
®Tongkat
rem tangan ditarik dan gaya tarik diteruskan ke tuas penghubung
Roda blokir macet ( terjadi® sepatu rem ® kawat
rem ®penyeimbang pengereman )
Pengereman Pada Poros Propeller
• Unit rem tangan
Dipasang di antara transmisi dengan poros propeller
1. Tongkat rem tangan
2. Kanvas rem
3. Anchor
4. Tromol
5. Mur Penyetel® tuas rem ®Tongkat rem tangan ditarik dan gaya tarik
diteruskan ke Putaran roda tertahan® propller
blokir ® tromol terjepit ®kanvas rem terjadi
pengereman.®propeller
E. Merawat Perangkat Rem Mobil
Sebagai ujung tombak sistem
pengendalian kendaraan, sudah selayaknya perangkat rem mendapat perhatian lebih
dari pengemudi. Walau bagian ini jarang mendapat masalah, perawatan rutin harus
tetap dijalankan untuk memaksimalkan kerjanya.
Idelanya perangkat rem perlu
dicek setiap kendaraan menempuh jarak 10.000 km. Ini untuk memastikan apakah
komponen-komponennya masih dalam kondisi sempurna. Selain itu, pembongkaran
juga perlu untuk membersihkan dari penumpukan debu di bagian kanvas, teromol,
dan cakram. Debu berpotensi menyebabkan goresan pada piringan atau teromol
tergores.
Sistem hidrolik rem pun
secara rutin perlu dibersihkan dan dilakukan penggantian. Ini perlu dilakukan,
setidaknya setelah kendaraan menempuh jarak 40.000 km atau kira-kira 2 tahun.
Penyebabnya adalah sifat higroskopis cairan rem yang membuatnya bisa bereaksi
dengan udara. Bila tidak cairan akan mengandung uap air.
Selain menimbulkan gelembung
yang bisa menimbulkan korosi pada komponen rem, juga membuat kerja rem tidak
pakem. Bisa juga rem tiba-tiba macet saat dipakai berulang-ulang karena tekanan
udara di dalam minyak rem akan naik. Penggantian cairan secara teratur juga
akan memperpanjang umur seal karet dalam sistem rem.
Budaya mengerem mendadak
harus dihilangkan kecuali dalam kondisi darurat. Penngereman mendadak
menyebabkan beban kerja rem semakin berat. Lakukan pengereman secara bertahap,
dibarengi perpindahan persnelling ke posisi lebih rendah untuk memperpanjang
usia kanvas rem.
Selain itu, hindari juga
menginjak pedal saat mobil berhenti di perempatan. Karena saat itu piringan
atau teromol dalam kondisi panas, jika pedal terus diinjak, panas yang tersisa
bisa merusak kanvas yang menempel. Akibat lain proses pendinginan piringan atau
teromol pun jadi terhambat.
Perangkat rem tidak perlu
diganti bila tidak mengalami kerusakan. Namun harus sering dibersihkan agar
debu kanvas atau tromol tidak mengganggu bagian lain. Yang harus kita
perhatikan adalah, bila tiba-tiba rangkaian rem mengalami keanehan.
Keanehan kerja perangkat rem,
dapat dipantau dengan sederhana, seperti merasakan kerasnya injakan pedal rem
dan memantau isi tandon minyak rem.
Penggantian komponen, mulai
master, kanvas maupun break pad, hanya perlu dilakukan bila bagian ini
menunjukan kerusakan. Kerusakan biasanya diawali dengan munculnya getaran
berlebih saat melakukan pengereman atau terasa lebih dalam katika Anda
menginjak pedal rem. Kadang muncul pula suara aneh yang menunjukan kerusakan
saat rem diaktifkan.
Perlu diperhatikan, saat
hendak melakukan penggantian komponen, cukup pada bagian yang mengalami
kerusakan. Jangan sekali-kali mencoba membongkar komponen lain bila tidak untuk
kepentingan penggantian. Biasanya konsumen meminta bagian lain diservis saat
mengganti salah satu komponen. Kegiatan ini justru bisa merugikan.
Tidak ada teori pasti yang
menyatakan seberapa jauh pemakaian komponen rem hingga harus melakukan
penggantian. Beberapa pabrikan menyatakan komponen rem, khususnya kanvas dan
break pad, harus mengalami penggantian pada 70.000 km pamakaian. Sebagian lain
mengatakan 30.000 atau 40.000 km.
Cara mengemudi, menggunakan
rem, kondisi jalan, dan karakter kepadatan lalu lintas, turut mempengaruhi usia
pakai perangkat rem. Keawetan komponen rem amat bergantung dengan cara
pengemudi memperlakukan rem.
F. Tips
Mengenali Jenis Kerusakan Rem Mobil
1. Getar. Saat diinjak
terasa getaran pada pedal rem dan makin parah ketika ditekan pada kecepatan
tinggi. Hal ini disebabkan oleh permukaan disc break atau
tromol rem yang sudah tidak rata lagi. Penanganannya adalah dengan mencoba
bubut cakram atau tromol. Biasanya pemapasan mulai dari ketebalan 0.5-1.5mm
yang dianggap aman. Biaya bubut pun bervariasi antara Rp 100-300 ribu. Akan
tetapi kalau kondisinya sudah parah atau goresannya sudah terlalu dalam, lebih
baik mengganti komponennya.
2. Mbagel. Maksudnya adalah
injakan terasa berat atau keras dan kadang mengeluarkan bunyi mendesis. Pada
umumnya mobil moder sudah menggunakan booster untuk
memperingan injakan pedal. kalu berat berarti permasalahan ada di bagian Booster.
3. Tidak
Pakem. Gejalanya terkadang mobil anda ketika direm masih membutuhkan waktu
berapa meter untuk berhenti. Penyebabnya bisa karena kampas rem sudah tipis dan
lapisan asbesnya sudah berkurang (Atasi dengan mengganti kampas rem dengan
segera supaya piringan atau teromol tidak tergerus) atau piston rem yang sudah
macet (selidiki setiap roda dan bagian mana saja yang sudah apkir)
4. Lari Kiri Atau Kanan. Hal ini
disebabkan karena piston salah satu roda macet.
5. Rem Dalam. Hal ini disebabkan karena
kampas rem sudah tipis
6.
Rem Dikocok/Dipompa. Kemungkinan ada yang bocor sehingga minyak rem
berkurang dan kemasukan angin. Coba cek kebocoran mulai dari master atas, slang
sampai master bawah atau kaliper rem. Segera Anda perbaiki melalui
langkah bleeding untuk mengeluarkan angin palsu
G. Tips Merawat Cakram Rem Mobil
Rem adalah salah satu bagian
paling vital dalam pengoperasian kendaraan Anda. Keberadaan rem sangat penting
untuk memberikan rasa aman saat penggunaan mobil, namun berfungsinya peranti
satu itu sangat tergantung dengan bagaimana cara kita merawatnya. Kalau
perawatan diabaikan, hampir pasti fungsinya juga tidak optimal. Ujung-ujungnya,
keselamatan kita (dan orang lain) saat berkendara terancam. Untuk menjaga
supaya rem tetap pakem tidak sulit, asalkan kita tahu bagaimana kiat-kiatnya.
· Yang harus diperhatikan
adalah bagian disc break dan tromol, dan memeriksa kualitas minyak rem, saluran
rem, dan kampas rem itu sendiri. Untuk minyak rem, biasanya harus diganti atau
dibersihkan setelah mobil menempuh 10.000 km. Perhatikan bagian ini dengan
seksama supaya tidak kosong, dan perhatikan perbandingan antara bagian depan
dan belakang (2:1). Bagian depan mendapat porsi lebih besar sebab paling sering
digunakan saat mobil direm.
· Langkah berikut adalah
memeriksa kampas rem apakah masih dalam kondisi baik atau tidak. Caranya,
lepaskan roda dengan kunci, perhatikan bagian disc break dan lepas pegangan
kampas rem dengan alat martil atau obeng. Bila kampas rem kotor, gunakan
amplas/sikat/kuas untuk membersihkannya. Semakin bersih kampas rem, semakin
bagus dan kuat fungsinya. Berikan gemuk/pelumas pada bagian besi penahannya,
namun hindari supaya tidak terkena bagian sepatu rem. Pasang kembali kampas,
dan kancingkan.
· Hal terakhir yang harus
diperhatikan supaya rem senantiasa berfungsi dengan baik adalah perawatan yang
teratur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, usahakan supaya minyak
diganti setiap mencapai 10.000 km, sedangkan untuk kampas biasanya antara
20-25.000 km untuk tipe otomatis dan 40.000 km untuk tipe manual. Jangan lupa
untuk mengecek kondisi minyak rem setiap dua minggu sekali.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
“Rem yaitu alat
untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan atau untuk
memungkinkan parkir pada tempat yang menurun. Peralatan ini sangat penting pada
keselamatan dan menjamin untuk pengendaraan yang aman. Rem juga bias
diartikan sebagai kebutuhan sangat penting untuk keamanan berkendaraan dan juga
dapat berhenti ditempat manapun, dan dalam berbagai kondisi dapat berfungsi
dengan baik dan aman”.
2. Kritik Dan Saran
penulis
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk bisa menutupi segala
kekurangan yang masih ada dan untuk kedepan yang lebih baik. Kami mengetahui
bahwa sebuah kesempurnaan berawal dari kumpulan sederhana yang tersusun secara
sistematis. Kami pun mengetahui bahwa diatas langit masih ada langit dan diatas
sebuah karya yang baik masih ada maha karya sang pencipta yang tak diragukan
lagi isinya. Makalah ini sekirany penulis mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca untuk bisa menutupi segala kekurangan yang masih ada dan untuk
kedepan yang lebih baik.
Terimakasih sudah berkunjung ke Blog kami ✌✌
Kritik dan saran sangat bermanfaat !!!